jump to navigation

Mendekode emosi “Udara pada Senar G” August 9, 2008

Posted by quicchote in baroque, modern-pop.
comments closed

Lagu ini telah hampir-hampir menjadi banal saat hari ini kita berusaha meng-apresiasinya. Ia telah sering menjadi ringtone di dunia hiper-real di tengah bit-bit informasi yang membludak membanjiri relung-relung artifak telepon selular kita. Udara adalah perlambang kebebasan, atau setidaknya keinginan untuk bebas dari kungkungan. Di hemisfer utara planit ini, dan mungkin juga di antara kita kini, udara menyimbolkan dinamika yang kuat. Namun kebebasan sedinamis udara pun justru seringkali merupakan kungkungan: orang justru bisa menjadi merasa bebas ketika kasih sayang menjadi terali penjara. Setelah lebih dari tiga abad, karya seni musik berupaya membedah tendensi lagu ini: sadar atau tidak sadar. Sebagaimana fisikawan Blaise Pascal selalu mengatakan: hati memiliki cara berfikir yang tak dimiliki otak, maka estetika juga dapat menyingkap motif logis dengan cara yang menawan…

(more…)

Advertisements

Cerita Lagu Sepi: Gerakan ke-3 Simfoni #9 February 14, 2008

Posted by quicchote in baroque, romantik.
comments closed

beethovenpastoral.jpg

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks. Senyuman sering tak sesuai dengan isak tangis di dalam hati. Semangat yang berapi-api dari sisi pemilihan kata dan dari ekspresi wajah seringkali tak mau menggambarkan keletihan yang luar biasa di dalam hati seseorang. Hiruk-pikuk tak selalu menunjukkan rasa sepi dan sunyi serta kehilangan harapan yang sangat mendalam oleh sirnanya harapan akan hidup. Ini tergambar ketika kita secara teliti mendengar gerakan ketiga dari simfoni kesembilan dari seorang Ludwig yang lahir dari keluarga Beethoven. Sebuah rentetan dan potret audibel dari emosi melodis yang menggambarkan rasa sepi, sunyi, dan luka hati mendalam namun sangat cerdas, yang menjadi pengiring lahirnya chorale yang paling banyak dipuja orang hingga saat ini ketika partitur ini telah berusia lebih dari 3 abad – ketika bahkan orang lebih ingat Donal Bebek saat mendengarkan melodinya daripada kesedihan melankolik yang ingin direfleksikan…
(more…)

Batik di visual = Fuga di musik? February 10, 2008

Posted by quicchote in baroque.
comments closed
battbch.jpg

Batik merupakan ikhwal kriya tekstil yang tak asing bagi kita, bangsa Indonesia. Berbagai bahan sandang memiliki corak batik, khususnya berbagai sandang dari masyarakat Indonesia yang tinggal di pulau jawa dan beberapa tempat di Sumatera, misalnya Jambi, mulai dari kain sarung, kopiah, kemeja, bahkan kerudung dan banyak lagi. Namun hal yang sangat menarik dengan batik adalah bahwa ia merupakan konsep yang tidak sederhana bahkan dari sisi etimologinya. Batik dapat merepresentasikan ornamentasi yang unik dan rumit dalam corak dan warna dan bentuk-bentuk geometris yang ditampilkannya. Namun yang terpenting adalah bahwa batik dapat pula merepresentasikan proses dari pembuatan corak dan ornamentasi yang ditunjukkan di dalamnya. (more…)

Dari Ave Maria ke Jalan Lain Dari Leipzig: Antara Bach dan Gounod February 4, 2008

Posted by quicchote in baroque.
comments closed
bp1.jpg

Judul di atas mengingatkan kita pada karya prosais Angkatan ’45, Idrus, yang buku kumpulan fiksinya diterbitkan dengan judul “Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma”. Sebagai penulis prosa, tugas Idrus terkadang lebih berat daripada tugas sastrawan pada masa itu mengingat sensor tegas yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Jepang; bagaimanapun prosa berbeda dengan puisi ‘kan? Idrus mesti menghasilkan karya yang tidak gampang diinterpretasi oleh badan sensor Jepang, namun mesti dapat membakar semangat dan vitalitas pemuda pejuang pada masa itu untuk kemerdekaan kita. Di sini, peran antara kreator karya seni mesti terkait dengan respon apresiatif dari reseptor karya seni tersebut. Sehebat-hebat karya seni, ia mesti diapresiasi melalui interpretasi yang akurat. Sebuah kreasi yang cerdas tak akan berarti apa-apa tanpa interpretasi yang cerdas atas kreasi tersebut. Idrus sudah membuktikannya di tanah air melalui cerpennya “Ave Maria”, demikian pula dengan komponis Perancis, Charles Gounod, yang menjadi subyek kreasi dari apa yang meng-inspirasi karya Idrus tersebut: Ave Maria.

(more…)